Pasir putih dan jernihnya air laut |
Senja di Pulau Sabira |
Jalan-jalan sore di hutan mangrove |
Mercusuar di Pulau Sabira |
Kepulauan Seribu adalah gugusan pulau yang
paling jadi favorit wisatawan Jakarta dan sekitarnya. Di antaranya
banyak pulau di sana, ada satu yang paling cantik, masih perawan dan
berada di paling utara: Pulau Sabira.
Hampir setiap hari ada saja wisatawan yang menyeberang ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Selain dekat dengan ibukota, gugusan kepulauan ini juga punya panorama alam yang menawan. Tapi ternyata ada satu pulau yang paling cantik, yaitu Pulau Sabira.
Pulau ini adalah yang paling utara di Kepulauan Seribu. Berada paling jauh dari garis pantai Jakarta, membuatnya jarang dikunjugi wisatawan. Hasilnya, jadilah Pulau Sabira masih 'perawan' sampai saat ini.
Pulau ini dihuni mayoritas suku Bugis, mereka baik dan masih kental akan budayanya. Rata-rata profesi warganya adalah nelayan. Hasil tangkapan mereka dijadikan ikan asin yang akan dijual ke luar pulau, seperti Jakarta, Bandung, dan Lampung.
Untuk bisa sampai ke Pulau Sabira, kita bisa menumpang kapal nelayan yang datang untuk mejual hasil tangkapan mereka di Jakarta, tepatnya di Muara Kamal dan Muara Angke. Biasanya, mereka datang 3 hari sekali ke tempat ini. Perjalanan akan memakan waktu selama 9-10 jam, tergantung cuaca. Jadi, Anda harus bersabar berada di atas kapal selama itu sambil diombang-ambing ombak besar. Yah, namanya juga numpang.
Hampir setiap hari ada saja wisatawan yang menyeberang ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Selain dekat dengan ibukota, gugusan kepulauan ini juga punya panorama alam yang menawan. Tapi ternyata ada satu pulau yang paling cantik, yaitu Pulau Sabira.
Pulau ini adalah yang paling utara di Kepulauan Seribu. Berada paling jauh dari garis pantai Jakarta, membuatnya jarang dikunjugi wisatawan. Hasilnya, jadilah Pulau Sabira masih 'perawan' sampai saat ini.
Pulau ini dihuni mayoritas suku Bugis, mereka baik dan masih kental akan budayanya. Rata-rata profesi warganya adalah nelayan. Hasil tangkapan mereka dijadikan ikan asin yang akan dijual ke luar pulau, seperti Jakarta, Bandung, dan Lampung.
Untuk bisa sampai ke Pulau Sabira, kita bisa menumpang kapal nelayan yang datang untuk mejual hasil tangkapan mereka di Jakarta, tepatnya di Muara Kamal dan Muara Angke. Biasanya, mereka datang 3 hari sekali ke tempat ini. Perjalanan akan memakan waktu selama 9-10 jam, tergantung cuaca. Jadi, Anda harus bersabar berada di atas kapal selama itu sambil diombang-ambing ombak besar. Yah, namanya juga numpang.
Sumber : travel.detik.com

