Umpan
tiruan lebih dikenal dengan sebutan lure, dapat terbuat dari plastik
atau bulu binatang. Untuk mengelabuhi ikan, ada berbagai macam bentuk
umpan tiruan, antara lain berbentuk ikan kecil dan cumi-cumi. Umpan
tiruan ini umumnya berwarna menarik sehingga mudah dilihat ikan karena
daya penglihatannya di dalam air cukup tajam.
Kemampuan
ikan untuk melihat suatu benda di dalam air tergantung pada aktivitas
retina matanya. Pada retina mata ikan terdapat rod dan cone yang mampu
menyerap cahaya dengan baik. Oleh sebab itu, pemilihan warna umpan
tiruan sangat menentukan keberhasilan memancing di laut.
Umpan
tiruan yang berwarna mencolok seperti merah, orange, jingga lebih baik
digunakan pada saat perairan air keruh. Sedang umpan tiruan warna
perak, hitam, biru atau hijau digunakan jiak air laut jernih. Disamping
itu tergantung juga dari jenis ikan yang menjadi sasaran. Sebagai
contoh, untuk menangkap ikan tuna dan cakalang dengan tonda, penggunaan
umpan tiruan berwarna merah dan biru ternyata lebih baik daripada
umpan berwarna kuning. Pemakaian umpan tiruan lebih banyak digunakan
pada teknik menonda (trolling).
Pemasangan umpan
tiruan harus menjadi satu dengan mata pancing. Pada satu umpan tiruan
kadang-kadang dapat menggunakan lebih dari satu mata pancing. Untuk
umpan tiruan yang berbentuk cumi-cumi, posisi mata pancing harus
terletak di dalam rumbai-rumbainya. Pemasangan mata pancing tidak boleh
terlalu menonjol ke luar. Dengan cara seperti ini, saat umpan dimakan
ikan, mata pancingnya pun akan ikut termakan.
Untuk
satu buah umpan yang menggunakan dua buah mata pancing, jarak
pemasangan mata pancing pertama dan kedua tidak boleh terlalu rapat atau
terlalu renggang. Jarak optimumnya kurang lebih sepanjang tinggi mata
pancing. (kang lintas)
11/04/2013

