Korban angin
puting beliung di Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu
Utara mengharapkan bantuan dari pemerintah dan instansi terkait.
Pasalnya, hingga saat ini puluhan rumah yang rusak dijerjang angin
tersebut belum mendapatkan bantuan untuk perbaikan.
Siti (60)
salah seorang korban yang rumahnya ikut tersapu angin dahsyat tersebut
mengaku, berharap pemerintah memberikan bantuan untuk ikut memperbaiki
rumahnya yang rusak akibat angin. Apalagi kondisi perekonomian yang
kurang mampu ini membuat dirinya tidak sanggup untuk memperbaiki
rumahnya. "Kami harap bisa dapat bantuan dari pemerintah. Soalnya saya
juga salah satu korban puting beliung yang tergolong warga tak mampu,"
harap Siti warga RT 005/001, Kelurahan Pulau Panggang.
Dia
mengatakan, 50 lembar asbes yang menjadi atap rumahnya kini rusak parah
dan butuh perbaikan. "Rumah saya yang paling parah rusaknya," katanya.
Siti
menceritakan, dahsyatnya angin puting beliung yang terjadi pada Kamis
(16/1/2014) malam kemarin membuat sejumlah warga harus lebih
berhati-hati.
Pasalnya,
Angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak
secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit itu menjadi
kejadian yang menakutkan."Saya jadi takut, ini pertama kalinya kejadian
ini menimpa saya," kenangnya.
Sementara,
H.Sulaeman (73), warga Rt002/01 mengatakan, dirinya juga salah satu
korban musibah angin Puting Beliung. "Saya juga menjadi sok atas
kejadian ini, jadi susah tidur. Takut juga angin kencang itu kembali
lagi melanda wilayah kami khusunya di Pulau Panggang," tandasnya.
Sumber : http://beritapulauseribu.com

