Ketua Asosiasi Jasa Wisata Kepulauan Seribu, Micky Musleh mengatakan, peningkatan jumlah pengunjung di Kepulauan Seribu sejak Hari H hingga H+6 Lebaran membuat perputaran uang di lima pulau di Kepulauan Seribu mencapai Rp 40 miliar. Menurutnya nilai tersebut diperoleh dari harga paket wisata yang dipilih oleh wisatawan yang mencapai Rp 350.000 hingga Rp 400.000 per orang.
Belum lagi daya konsumsi yang dihabiskan para wisatawan selama berlibur di Kepulauan Seribu. Daya konsumsi para wisatawan tersebut terbilang sangat tinggi. “Sehari saja wisatawan itu bisa menghabiskan Rp 100 ribu hanya untuk makan,” jelasnya, Senin (4/8/2014).
Diakui Micky, jumlah pengunjung selama liburan Lebaran tahun ini lebih besar. Padahal, tahun lalu hanya 20.000 pengunjung yang datang. Banyaknya pengunjung, membuat tidak semua wisatawan mendapatkan penginapan. Akibatnya terpaksa mereka tinggal di rumah penduduk atau menginap di ruang tunggu dermaga milik Dinas Perhubungan.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifudin mengaku, berencana membangun penginapan baru di sejumlah pulau yang menjadi tujuan wisata. Dalam waktu dekat juga, pihaknya akan mengumpulkan para investor dan para agen wisata untuk mencari solusi penambahan jumlah penginapan di Kepulauan Seribu. “Untuk mencari solusi ini, setidaknya akan ada tiga komponen masyarakat yang dilibatkan antara lain para investor, pemerintah dan pemilik jasa wisata di Kepulauan Seribu,” terangnya.
Sumber : http://beritapulauseribu.com

