"Ya, naikin seribu lah, jadi Rp 5000 ribu bayarnya per orang,
soalnya kalau sore ombak makin gede, sekarang kan lagi musim barat, kita
juga harus menanggung resiko sedikit lebih tinggi," kata Mamat (45)
salah seorang pemilik kapal ojek antar Pulau Pramuka-
Pulau Panggang kepada beritapulauseribu.com, Kamis (04/12/2014).
Bagaimana tidak, lanjut dia, memasuki bulan desember tahun ini,
musim di perairan Kepulauan Seribu cukup memprihatinkan dan tidak bisa
di prediksi. Namun kenyataannya, setiap sore dan sudah 5 hari cuaca
makin buruk angin barat daya semakin kencang dan
tidak banyak kapal ojek antar pulau ketika memasuki pukul 14.00 Wib
menghentikan operasinya."Kalau sore anginnya malah tambah kenceng,
makanya banyak tukang kapal ojek lebih baik menghentikan operasinya di
jam 14.00 wib hingga jelang maghrib, sekalipun masih
ada, ya tarifnya naik," paparnya.
Dia menjelaskan, sebelum kenaikan Harga BBM, ongkos Kapal Ojek
antar Pulau sebesar Rp 3000 ribu, kini harga BBM naik, ongkos kapal ojek
juga naik menjadi 4000 ribu rupiah. "Tapi selama musim angin barat ini,
kalau sore ongkosnya menjadi 5000 ribu rupiah,"
jelasnya.
Sementara itu, terkendalanya beroperainya kapal ojek antar pulau,
penumpang baik dari Pulau Panggang ke Pulau Pramuka maupun sebaliknya
menjadi bingung, sebab kebanyak penumpang yang sering menyebrang adalah
karyawan yang bertugas di Kantor Kabupaten Kepulauan
Seribu yang ada di Pulau Pramuka seperti Satpol-PP, Penyiar Radio dan
PNS.


0 komentar: