Hujan dan banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya berdampak
penurunan wisatawan ke Pulau Seribu. Selain itu, tingginya ombak dan
cuaca buruk juga menghantui para pemilik kapal fery (Ojek) untuk
beroperasi sehingga mereka tidak ada satupun yang berani melaut.
Ketua
Asosiasi Pelaku Jasa Wisata Pulau Seribu, Micky Musleh, mengakui sejak
awal Januari 2015 kunjungan wisatawan ke Pulau Seribu terus menun sampai
80 persen. Akibatnya penyedia jasa wisata seperti agent travel,
penginapan, penyewaan alat snorkling dan ketering sempat kelimpungan.
“Jika
cuaca baik setiap akhir pekan kunjungan wiasata yang berlibur bisa
menjapai 10 ribu lebih. Tapi pada musim seperti sekarang ini lokasi
wisata pemukiman yang selama ini menjadi primadona wisatawan seperti
Pulau Pramuka, Pulau Pari, Pulau Tidung dan Pulau Harapan terlihat
sangat sepi,”ungkap Micky Musle Rabu (11/02).
Dia juga
menambahkan, penurunan wisatawan ke Kepulauan Seribu ini selain
dikarenakan banjir yang melanda Ibukota juga adanya gelombang tinggi,
sehingga menjadi hambatan bagi sejumlah para pemilik kapal fery (ojek)
untuk melayani rute pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara.
Walik
Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo, mengakui kalau saat ini gelombang
air laut masih tinggi, sehingga wisatawan tidak memaksakan untuk
berlibur. Hal itu perlu dilakukan karena demi keselamatan dan
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.
“Tunggu sampai
cuaca baik, selain saya minta kepada pemilik kapal ojek dan pelaku jasa
wisata berkejasama dengan semua pihak terkait kondisi cuaca yang
berubah-ubah, sehingga tidak mamaksakan berlayar ketika kondisi cuaca
buruk,”ungkap Budi Wibowo. (wandi)
Sumber : http://poskotanews.com/2015/02/12/wisatawan-ke-kepulauan-seribu-turun-drastis/



0 komentar: