Musim
penghujan disertai angin kencang tidak hanya berdampak terhadap bencana.
Akan tetapi, fenomena alam tersebut juga mengakibatkan pasokan makanan
khusunya sayuran dan buah-buahan di wilayah Kepulauan Seribu mulai
kekurangan.
Menurut
Sailah (35) salah seorang pedagang sayuran yang biasa berjualan di
Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, stok bahan
makanan khusunya sayuran dan buah-buhan mulai berkurang. "Stoknya tidak
banyak, mungkin karna terhambat pengiriman dari daratan (Jakarta)," ujar
Sailah kepada beritapulauseribu.com, Jum'at (17/1/2014).
Meski stok
sayuran dan buah-buahan semakin berkurang, lanjut pedagang yang tinggal
dikawasan RT 05/03 Pulau Panggang tersebut dirinya enggan menaikan harga
jual kepada para konsumenya. "Tidak ada kenaikan, kalau harga tetap
normal dari hari biasanya," jelas Sailah pedagang yang mengaku baru 1
tahun berjualan di pulau terpadat ini.
Sementara
itu, Maria (40) warga Pulau Panggang mengaku, meski stok sayuran dan
buah-buahan didaerahnya mulai menipis, ia tidak begitu mencemaskan
terhadap kondisi tersebut. Pasalnya, jika stok sayur dan buah-buahan
berkurang di wilayahnya masih banyak alternatif lainya untuk bisa
dimakan. "Kalau soal buah dan sayuran mungkin tidak begitu mencemaskan,"
kata ibu empat anak tersebut.
Menurutnya,
pasokan bahan makanan yang harus terus tersedia di wilayah kepulauan
tersebut adalah sembilan bahan pokok atau sembako. Oleh karena itu,
warga berharap pasokan sembako bisa terus terkendali. "Setiap musim
angin barat melanda ya memang kita harus bisa menghemat, jangan sampai
ada kekurangan stok pangan khusunya sembako," pungkasnya.
Sumber : http://beritapulauseribu.com

