"Sejak cuaca
buruk warga lebih banyak memilih berdiam dirumah daripada melakukan
aktivitas diluar," ujar Hesti Aulia (17) Warga Pulau Pramuka kepada
beritapulauseribu.com, Senin (20/1/2014).
Hesti
menjelaskan, beberapa aktivitas warga yang biasa dilakukan diluar
ruangan saat ini lebih banyak dilakukan didalam rumah, seperti contoh
nelayan tidak berani melaut karena ditengah laut sangat membahayakan
bagi keselamatannya. "Nelayan disini lebih memilih untuk memperbaiki
jala dan alat tangkap lainya daripada melaut," katanya.
Tidak hanya
itu, cuaca ektrim tersebut juga mengganggu sejumlah pelayaran kapal
penumpang yang melayani rute sejumlah pulau pemukiman di Pulau Seribu ke
Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. "Banyak kapal penumpang yang
tidak berani melaut, akibatnya warga juga tidak bisa bepergian
kemana-mana," ungkapnya.
Hal
serupa juga diungkapkan oleh Fatimah (39). Akibat cuaca yang tidak
menentu saat ini mengakibatkan dirinya tidak bisa leluasa melakukan
aktivitas keseharianya. Oleh karena itu, untuk mengurangi resiko ia pun
lebih baik memilih untuk berdiam dirumah berkumpul dengan keluarga. "Ya
mau kemana, cuaca lagi buruk seperti ini mending kita diem aje dirumah,"
jelasnya.
Sebelumnya,
Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifudin, telah menginstruksikan kepada
seluruh instansi terkait untuk segera melakukan penanggulangan bencana,
terkait dengan cuaca buruk yang melanda wilayah Kepulauan Seribu. "Saya
minta kepada instansi terkait segera lakukan tanggap darurat bencana di
semua pulau terkait dengan cuaca buruk, " ungkap Asep.
Sementara
untuk mengantisipasi hal-hal buruk terjadi di perairan Kepulauan Seribu,
Asep meminta nelayan untuk sementara tidak melaut. Pun begitu dia juga
meminta kapal penyeberangan baik milik pemerintah maupun tradisional
(ojek) serta kapal cepat penumpang milik swasta tidak beroperasi untuk
sementara waktu.
"Semuanya
kita minta tidak melakukan pelayaran untuk sementara waktu hingga cuaca
membaik. Untuk sementara ini berdasarkan laporan yang saya terima
persediaan kebutuhan pokok masih aman," jelas Bupati.
Sumber : http://beritapulauseribu.com

