Salah
seorang pemerhati Olahraga di Pulau Tidung yang tidak mau disebutkan
namanya mengungkapkan, umumnya para atlet di Pulau Seribu sudah mengukir
prestasi hingga sampai ke tingkat nasional. Namun, sangat disayangkan
pemerintah terkesan tak peduli terhadap fasilitas olahraga sebagai
penunjang latihan.
“Sudah banyak
prestasi membanggakan. Jadi, sudah sewajarnya sarana olahraga menjadi
perhatian bersama,” ungkapnya, kepada beritapulauseribu.com, Rabu
(04/12/2013).
Ia merasa
turut prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pihak terkait
bersama Pemkab Kepulauan Seribu merasa perlu memberikan perhatian lebih
terhadap bidang olahraga. “Fasilitas olahraga dengan prestasi yang sudah
diraih berbanding terbalik. Ini cukup memprihatinkan,” kritiknya.
Ia
mencontohkan, pernah para atlet muda di Pulau Seribu mengikuti turnamen
ke luar daerah. Namun, pihak terkait tak memberikan dukungan baik moril
maupun materil. Selain dana pengembangan bakat minim, sarana dan
prasarana olahraga juga masih jauh dari kata layak.
Sementara
itu, Gareng (26) salah seorang mantan atlet sepakbola menuturkan,
dirinya pernah mengikuti kejuaraan sepakbola di Pekan Olahraga Daerah
(Porda) DKI Jakarta. Namun, usai kejuaraan tidak adalagi pembinaan
terhadap atlet. "Saya 3 kali mengikuti porda di bidang olahraga
sepakbola, tetapi setelah itu tidak ada tindak lanjut dari pemerintah
atau instansi terkait," keluhnya.
Dia juga
mengatakan, Atlet di Pulau Seribu akan terus diremehkan wilayah lain
jika tidak ada binaan yang berkelanjutan. "Memang ada pembinaan, tapi
hanya ada di lingkungan kecamatan kepulauan seribu utara saja, itupun
jarang saya jumpai. Mau di bawa kemana generasi penerus olahraga ke
depannya," pungkasnya.[Ahmad Zarkasih]
Sumber : http://beritapulauseribu.com

